Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ramadan selalu membawa cerita tentang rindu, kebersamaan, dan kepedulian. Meski terpisah jarak, hati warga Paguyuban Perantau Sidodadi tetap tertaut pada kampung halaman. Melalui program penyaluran zakat, infaq, dan santunan tahun 2026 (Si Zahid), kehangatan itu kembali dihadirkan untuk saudara-saudara yang membutuhkan.
Sejak akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026, partisipasi para donatur terus mengalir. Satu per satu kontribusi diberikan dengan penuh keikhlasan, hingga akhirnya terkumpul dana sebesar Rp5.272.000 (belum termasuk donatur hamba Allah lainnya). Angka ini bukan sekadar nominal, tetapi representasi dari kepedulian, kepercayaan, dan rasa persaudaraan yang begitu kuat di antara warga perantauan.
Proses penyaluran dilakukan secara menyeluruh di wilayah RT01, RT02, dan RT03. Bantuan diserahkan kepada anak-anak, para lansia, serta masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk uang santunan maupun beras untuk kebutuhan hari raya. Di setiap titik penyaluran, suasana haru dan bahagia begitu terasa senyum tulus para penerima menjadi gambaran nyata bahwa bantuan ini benar-benar bermakna.
Bagi sebagian dari kita, mungkin yang diberikan tidaklah besar. Namun bagi mereka, bantuan tersebut menjadi harapan dan kebahagiaan dalam menyambut Idul Fitri. Inilah esensi Ramadan yang sesungguhnya bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan berbagi kebahagiaan.
Kegiatan ini juga menjadi jembatan yang menghubungkan perantau dengan kampung halaman. Walau raga berjauhan, perhatian dan cinta tetap sampai. Dari tangan para donatur di perantauan, hingga senyum yang terukir di wajah para penerima di desa semuanya terhubung dalam satu ikatan: persaudaraan yang tak terpisahkan.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzakki, munfiq, dan donatur yang telah berpartisipasi. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya, serta menjadi sebab keberkahan dalam kehidupan kita semua.
Mari terus jaga semangat berbagi ini, karena sejatinya, kebahagiaan terbesar bukan saat menerima tetapi saat kita mampu memberi.
Seduluran Saklawase.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Klik di sini untuk melihat data secara lengkap!










Leave a Reply